Ungkapan Untuk menyatakan perasaan khawatir (worry) dan lega (relief)
Tentunya setiap orang pernah mengkawatirkan sesuatu hal buruk akan terjadi, namun pada akhirnya akan merasa lega apa bila ke kawatiran tersebut sudah berakhir. Nah,artikel ini akan mendiskusikan cara menyatakan perasaan khawatir (worry) dan lega (relief). Perhatikan baik-baik ya.
Ungkapan yang dipakai untuk menyatakan perasaan khawatir:
- I’m (so) worried about…
Contoh penggunaan:
I am worried about the competition tomorrow.
(Aku khawatir dengan kompetisi besok.)
- I’m afraid…
I’m afraid that I’ll make a mistake during my presentation.
(Aku takut nanti membuat kesalahan saat melakukan presentasi.)
- I can’t stop thinking about.
I can’t stop thinking about my upcoming interview. I’m really nervous.
(Aku tidak bisa berhenti memikirkan wawancara yang akan datang. Aku sangat tidak percaya diri.)
Ungkapan yang dipakai untuk menyatakan perasaan lega:
- Phew!
Phew! Adalah kata seru yang sering dipakai pada situasi informal
Contoh penggunaan:
Teacher: Everyone in the class passed the test. (Semua murid di kelas ini lulus tes.)
Student: Phew! I thought I would failed for sure.
(Phew! Aku tadinya kira Aku akan benar-benar gagal.)
- Thanks God (for that)!
Contoh penggunaan:
Thanks god! The 4 p.m. meeting was canceled. Now I can go home earlier.
(Terima kasih tuhan! Meeting pukul 4 dibatalkan. Sekarang aku bisa pulang lebih awal.)
- What a relief!
Contoh penggunaan:
I have passed the exam. What a relief!
(Aku sudah lulus ujian. Betapa leganya!)
- I am so relieved to hear that.
Contoh penggunaan:
The doctor said, “you are not seriously injured”. I am so relieved to hear that.
(Dokter bilang kamu tidak terluka serius. Aku sangat lega mendengarnya.)
Contoh Percakapan
Jimmy: I think I have made big mistake. Now the director is calling me to clarify the problem. I am afraid that he will fire me. (I pikir aku sudah melakukan kesalahan besar. Sekarang direktur memanggil aku untuk klarifikasi. Aku takut dia akan memecatku.)
Alan: I think you are an asset to this company. The boss will not fire you recklessly. (Menurutku kamu adalah aset di perusahaan ini. Bos tidak akan secara ceroboh memecatmu.)
Jimmy: I hope so. (Aku harap juga begitu.)
-A few moments later after leaving director’s room-
-Beberapa saat setelah meninggalkan ruang direktur-
Alan: So how is it? (jadi bagaimana?)
Jimmy: Thanks god. It just miscommunication and he didn’t fire me. (Terima kasih tuhan, itu hanya miskomunikasi dan dia tidak jadi memecatku.)
Alan: what a relief! (Betapa leganya!)