Past Perfect Continuous Tense (fungsi,contoh kalimat, latihan soal)

Past Perfect Continuous Tense

Past Perfect Continuous Tense fungsi contoh kalimat soal latihan

Hai pembaca English Specialist, di artikel ini aku mau bahas tentang past perfect continuous tense. pembahasannya mencakup fungsi, contoh kalimat positif, negatif dan tanya, juga dilengkapi soal latihan. Semoga barmanfaat ya!

Fungsi

untuk menyatakan aktifitas atau kejadian yang masih berlangsung sebelum kejadian lain terjadi di masa lalu.

Contoh:

I had been watching Tiktok for one hours before he came.

Aku sudah menonton tiktok selama satu jam sebelum dia datang.

 

Kalimat Positif

Rumus: Subject + had + been + verb-ing

Contoh kalimat:

  • I had been studying English for thirty minutes before my parents came home.

(Aku sudah belajar selama tiga puluh menit sebelum orang tuaku datang.)

  • We had been playing soccer for more than one hour before it began to rain.

(Kita sudah bermain sepak bola lebih dari satu jam sebelum hujan turun.)

  • Mom had been doing exercise before she fell asleep in the living room.

(Ibu sudah olahraga sebelum dia tertidur di ruang tamu.)

 

Kalimat Negatif

Rumus: Subject + had + not + been + verb-ing

Contoh kalimat:

  • I had not been studying English for thirty minutes before my parents came home.

(Aku tidak belajar bahasa inggris selama tiga puluh menit sebelum orangtuaku datang.)

  • We had not been playing soccer for more than one hour before it began to rain.

(Kita tidak bermain sepak bola lebih dari satu jam sebelum hujan turun.)

  • Mom had not been doing exercise before she fell asleep in the living room.

(Ibu tidak olahraga sebelum dia tertidur di ruang tamu.)

 

Kalimat Tanya

Rumus: Had + subject + been + verb-ing ?

  • Had he been sleeping all day?

(Apakah dia sudah tidur sepanjang hari?)

  • Had they been studying English for thirty minutes before their parents came?

(Sudahkan mereka belajar bahasa inggris selama tiga puluh menit sebelum orangtua mereka datang?)

 

  • Had mom been doing exercise before sleeping?

(Apakah Ibu sudah olahraga sebelum tidur?)

 

Note: Had not sering di singkat hadn’t

 

Soal Latihan

  1. Before I visited him, he ……. (sleep) in the living room.
  2. Jack …… (smoke) for ten years until he finally stopped it.
  3. Linda ……. (do) her art project for one hour before the teacher collected it.
  4. My mother ….. (cook) before my father got home.
  5. The patient ….. (not wait) for more than 10 minutes before he got the medical treatment.
  6. Anna fell asleep because she ….. (work) all day.
  7. The road was muddy because It …. (rain) all night.
  8. I …… (stand) here for twenty minutes before the bus finally arrived.
  9. Nina ….. (teach) for over thirty year before she retired from this school.
  10. ……. the children ….. (play) in the garden since morning before it rained?

Direct Speech and Indirect Speech

Direct Speech and Indirect Speech

Direct Speech dan Indirect Speech cara erubah tenses dan membuat kalimat tanya

Direct speech adalah cara menyampaikan kata-kata orang lain dengan cara mengulang kata-katanya. Sedangkan indirect speech adalah cara menyampaikan kata-kata seseorang tanpa mengulangi sama persis tapi tanpa merubah maknanya.

Contoh:

Direct speech: Nadia said, “I miss you”

Indirect speech: Nadia said that she missed me.

Cara Membentuk Kalimat

Perlu diperhatikan bahwa direct speech menggunakan koma dan dilanjut tanda petik. Sedangkan indirect speech menggunakan that dan disusul statementnya sesuai tenses yang digunakan. Indirect speech secara teknis lebih ribet karena harus merubah-rubah tense. Tapi buat lebih simple-nya aku suka mengajarkan murid-muridku untuk turunkan tenses satu tingkat seperti simple present jadi simple past. 

Simple present-> simple past

Present continuous-> past continuous

Present perfect-> past perfect

Simple future -> past future

Simple past-> past perfect

Untuk lebih lengkapnya lihat tabel di bawah:

Simple present -> Simple past

Simple present:

She said, “the man is tall”

Simple past:

She said that the man was tall.

Present continuous -> Past continuous

Present continuous:

She said, “The baby is sleeping.”

Past continuous:

She said that the baby was sleeping.

Present perfect -> Past perfect

Present perfect:

She said, “Eve has eaten the apple.”

Past perfect:

She said that Eve had eaten.

Simple future-> Past future

Simple future:

She said, “John will take care of it.”

Past future:

She said that John would take care of it.

Simple past -> past perfect

Simple past:

She said, “He died”

Past future:

She said that he had died.

kalimat Tanya

Membentuk kalimat tanya indirect speech dengan jawaban yes/no gunakan kata penghubung if atau whether yang berarti apakah. Sedangkan untuk kalimat tanya 5W1H (what, when, where, why, who dan how) kata if/whether tidak digunakan. Sebagai gantinya tetap gunakan 5W1H.

Berikut contoh kalimat statement dan kalimat tanya:

Direct Speech

Indirect speech

Yes-no question:

He asked, “are you okay?”

5w1h question: He asked me, “where is Anna?”

Yes-no question: He asked me if I was okay.

5w1H question: He asked me where Anna was.

Adverb (kata Keterangan)

Adverb (kata Keterangan)

Adverb kata keterangan, jenis dan contohnya

Adverb diartikan kata keterangan dalam bahasa indonesia. Fungsi adverb adalah menjelaskan kata kerja (verb). Ada 6 jenis kata keterangan, yaitu

  1. Adverb of manner
  2. Adverb of place
  3. Adverb of time
  4. Adverb of frequency
  5. Adverb of certainty
  6. Adverb of degree

Selanjutnya kita bahasa lebih rinci satu-persatu, oke!

1. Adverb of manner

Adverb of manner menerangkan bagaimana suatu aktivitas atau kegiatan dilakukan.

Contoh:

She dances beautifully. (Dia menari dengan indah.)

She walks slowly. (Dia berjalan dengan lambat.)

 

Adverb of manner dibentuk dari kata sifat (Adjective) dengan menambahkan akhiran “ly” seperti slowly, quickly dsb. Namun ada beberapa adverb yang memiliki bentuk sama dengan adjective seperti fast, early, late, hard.

2. Adverb of place

Kata keterangan ini menelaskan tempat aktivitas dilakukan.

Contoh:

Brian is here. (Brian di sini.)

She lives upstairs. (Dia tinggal di lantai atas.)

The keys are on the table. (Kunci-kunci itu ada di atas meja.)

3. Adverb of time

Kata keterangan yang menunjukan waktu terjadi aktivitas atu peristwa.

Contoh:

The baby is sleeping now. (Bayi sedang tidur sekarang.)

She went home late. (Dia pulang larut malam.)

 

Kata keterangan waktu yang sering digunakan antara lain:

Last night: kemarin malam

Soon: segera

Last week: minggu lalu

Late: larut malam

Last month: bulan lalu

Today: hari ini

Last year: tahun lalu

Now: sekarang

Yesterday: kemarin

Lately: akhir-akhir ini

Tomorrow: besok

Recently: akhir-akhir ini

Before: sebelum

After: sesudah

4. Adverb of frequency

Digunakan untuk menyatakan seberapa sering aktivitas dilakukan.

Contoh:

I always go to office every weekday. (Aku selalu pergi ke kantor setiap hari kerja.)

I seldom go there. (Aku jarang ke sana.)

 

Adverb of frequency yang sering digunakan antara lain:

Always: selalu

Regularly: secara rutin

Usually: biasanya

Seldom: jarang

Often: sering

Occasionally: kadang-kadang

Sometimes: kadang-kadang

Hardly ever: hampir tidak pernah

Never: tidak pernah

Scarcely: hampir tidak penah

5. Adverb of certainty

Kata keterangan yang digunakan untuk menunjukan kepastian atau penegasan

Contoh:

Surely, they are in relationship. (Pastinya mereka sudah punya hubungan.)

Probably she is the most beautiful girl in this neighborhood. (Mungkin dia perempuan paling cantik di kampung ini.)

 

Adverb of certainty yang sering digunakan antara lain:

Actually: sesungguhnya

Presumably: agaknya, kiranya

Apparently: rupanya

Probably: mungkin

Certainly: tentu saja

Surely: pastinya

Definitely: pasti

Undoubtedly: tidak diragukan lagi

Entirely: seluruhnya

Unfortunately: sayangnya

Evidently: sudah terbukti

Utterly: sama sekali

Obviously: secara jelas

Fortunately: untungnya

6. Adverb of degree

Digunakan untuk menunjukan derajat atu tingkatan.

Contoh:

She is quite fat. (Dia cukup gemuk.)

He is very handsome. (Dia sangan tampan.)

 

Absolutely: benar-benar

Fairly: agak, lumayan

Almost: hamper

Nearly: hampir

Completely: benar-benar

Only: hanya

Enough: cukup

Quite: agak

Equally: sama

Rather: agak, cenderung

Exactly: tepat sekali

Very: sangat

Exceptionally: luar biasa

Well: dengan baik

Extremely: sangat

Slightly: sedikit

 

Pembahasan selanjutnya: Direct Speech and Indirect Speech

Auxiliary Verb (Kata Kerja Bantu)

Auxiliary Verb (Kata kerja Bantu)

Yang termasuk auxiliary verb adalah to be (am, is, are, was, were, been) do, does, did, has, have, did. Auxiliary tidak bisa berdiri sendiri. Merkipun begitu mereka juga bisa berperan sebagai full verb (kata kerja yang berdiri sendiri). Untuk lebih jelasnya kita bahas satu persatu baik sebagai auxiliary verb dan juga full verb.

To be

Yang termasuk to be adalah am, is, are, was, were, been. To be bisa berfungsi sebagai kata kerja bantu bisa juga sebagai kata kerja penuh.

  1. To be sebagai auxiliary verb

To be sebagai kata kerja bantu (auxiliary verb) artinya harus menempel pada kata kerja lainnya dan tidak bisa berdiri sendiri. Digunakan saat membentuk kalimat pasive dan membentuk kalimat simple dan present countinous tense.

Contoh:

Passive voice: I was contacted by linda last night.

Present continuous: I am doing my homework.

Past continuous: It was raining last night at 7 p.m.

 

  1. To be sebagai full verb

To be sebagai kata kerja penuh (full verb) artinya to be bisa berdiri sendiri tanpa harus menempel pada kata kerja lain. To be ini bisa diikuti oleh kata benda (noun), kata ganti (pronoun), Kata sifat (adjective) dan kata keterangan (Adverb).

Contoh:

This is an orange. (diikuti noun)

I am happy. (Diikuti adjective)

This is mine. (Diikuti pronoun)

He is in Jakarta. (Diikuti adverb)

Do, Does, Did

Do, does, did dalam bahasa indonesia artinya melakukan/ mengerjakan. Do adalah kata kerja penuh.

Contoh: I always do my homework. (Aku selalu mengerjakan PR.)

Meskipun begitu, dalam banyak kalimat do, does dan did tidak bisa diterjemahkan melakukan dan tidak bisa berdiiri sendiri karena berfungsi hanya sebagai kata kerja bantu (auxiliary verb). Do, does, did sebagai kata kerja bantu dapat kita temukan dalam kalimat negatif dan kalimat tanya.

Contoh kalimat negatif:

I do not have car.

He does not want it.

She did not like it.

 

Contoh kalimat negatif:

Does she wear glasses?

Do you like chocolate?

Did they go there last night?

Have, Has, Had

Have, has dan had dalam bahasa indonesia artinya memiliki, makan, menyuruh dsb.  Dalam konteks ini mereka berperan sebagai kata kerja pernuh (full verb).

 

Selain itu have, has dan had juga berperan sebagai kata kerja bantu. Mereka bisa ditemukan dalam tenses berikut:

  1. Present perfect tense.

Have digunakan untuk subjek I, you, they, we dan has untuk subjek he, she, it dan subjek tunggal lainnya.

Contoh:

I have met him.

She has done the meeting.

 

  1. Present perfect continuous tense

Have digunakan untuk subjek I, you, they, we dan has untuk subjek he, she, it dan subjek tunggal lainnya.

Contoh:

I have been working here for ten years.

He has been doing this for ten days.

 

  1. Past perfect Tense

Menggunakan had untuk semua subjek.

Contoh:

I had left the building when the earthquake happened.

 

  1. Future perfect tense

Have digunakan untuk subjek I, you, they, we dan has untuk subjek he, she, it dan subjek tunggal lainnya.

Contoh:

I will have finished my homework when my parents get home.

Pembahasan selanjutnya: Adverb (kata Keterangan)

Modal Auxiliary Verb (Kata kerja Bantu Modal)

Modal Auxiliary verbs (kata kerja bantu modal)

Yang termasuk modal auxiliary verbs adalah can, could, will, would, may, might, shall, should, must, ought to, need dan dare.

Aturan menggunakan modal auxiliary verb

  1. Selalu diikuti bare infinitive (kata kerja dasar) kecuali ought to, contoh: She must contact her boss now.
  2. Saat menggunakan simple present tense, tidak bisa diberi akhiran -s/es untuk subjek he, she it atau subjek tunggal lainnya, contoh: She may leave now BUKAN She mays leave now.
  3. Tidak bisa diikuti to infinitive, contoh I can go now. BUKAN I can to go now.
  4. Saat digunakan sebagai kalimat tanya, tidak menggunakan do, does maupun did, Contoh: Can I go now. Bukan Do I can go now?

Can dan could

Can digunakan untuk menyatakan kemampuan, permintaan, meminta dan memberi izin serta menawarkan sesuatu. Sedankan could merupakan bentuk past dari can dan umumnya penggunaannya sama dengan can. Kata could lebih formal Saat digunakan untuk meminta izin dari pada menggunakan can.

Contoh:

I can swim (Menunjukan kemamuan.)

Can you open the door? (permintaan)

Could you open the door? (permintaan yang lebih sopan)

You can go now (memberi izin)

Can I get you some drink? (menawarkan)

Will dan would

Willl digunakan untuk memprediksi dan merencarakan apa yang akan terjadi di masa depan. Would adalah past dari will. Would lebih sering dipakai untuk menawarkan sesuatu.

Contoh:

I will go to London. (rencana)

It will rain. (prediksi soon)

Would you like some tea? (menawarkan)

May dan might

May digunakan untuk meminta dan memberi izin serta memprediksi kejadian. Might bentuk past dari may. Kurang lebih may bermakna sama dengan might.

Contoh:

May I go now? (meminta izin)

It may rain tomorrow. (prediksi kejadian)

Shall dan Should

Shall dan should digunakan untuk merencanakan aktifitas, meminta dan memberikan nasehat.

Contoh:

We shall overcome this problem. (merencanakan)

What should I do? (meminta saran)

You should go to doctor. (memberi saran)

Must

Must digunakan untuk menunjukan kewajiban atau keharusan.

Contoh: I must submit the essay today.

Ought to

Ought to berarti sebaiknya. Modal ini digunakan untuk memberi saran.

Contoh: You ought to see the doctor.

Need

Need dipakai untuk menunjukan kebutuhan.

Contoh: I need him to finish my essay.

Dare

Dare dipakai untuk menunjukan keberanian.

Contoh: I dare to camp in the jungle alone.

Pembahasan selanjutnya: Auxiliary Verb (Kata Kerja Bantu)

Agreement (kesesuaian antara subjek dan kata kerjanya)

Agreement (kesesuaian antara subjek dan kata kerjanya)

Yang dimaksud verb agreement dalam grammar adalah kesesuaian antara subjek dan kata kerjanya. Apabila subjeknya tunggal maka kata kerjanya juga dalam bentuk tunggal. Begitu juga sebaliknya, apabila subjeknya jamak maka kata kerjanya juga jamak.

Contoh:

She is my friend. (Dia temanku)

They are my friend. (Mereka temanku.)

Agreement antara subjek dan to be (am, is, are, was, were)

Subject

To Be

Present

Past

I

You

We

They

He

She

It

Am

Are

Are

Are

Is

Is

Is

Was

Were

Were

Were

Was

Was

Was

Agreement antara subject dan main verb (kata kerja penuh)

  1. Ketika menggunakan simple present tense, apa bila subjeknya he, she, it atau subjek tunggal maka harus menambahkan akhiran s/es, contohnya: Nina goes to the gym twice a week. (Nina pergi ke gym dua kali seminggu.)
  2. Jika ada dua subjek tunggal dihubungkan dengan and, maka yang digunakan kata kerja jamak, misalnya: Nia and Shifa are from Bogor. (Nia dan Shifa berasal dari Bogor.)
  3. Jika ada dua subjek tunggal dihubungkan dengan or atau nor, maka yang digunakan kata kerja tunggal, contoh: Either Ani or Anita likes watching horror movie. (Baik Ani ataupun Anita suka nonton film horor.)
  4. Ada kata benda yang selalu dalam bentuk jamak, sehingga kata kerjanya pun menggunakan aturan jamak. Contoh: My glasses are lost. (Kacamataku hilang)
  5. Ada kata benda tunggal yang memiliki ahkiran “s” tetap gunakan aturan singular, contoh: The news is good today. (Berita hari ini bagus.)
  6. Subjek kata benda kolektif menggunakan atauran singular, contoh: The family has a good house. (Keluarga itu memiliki rumah yang bagus.) kata family dianggap sebagai satuan kolektif.
  7. Kata benda yang didahului kata every dan each diikuti kata kerja singular, Contoh: every child needs care and love. (Setiap Anak membutuhkan perhatian dan cinta.)
  8. Subject uncountable noun selalu pakai kata kerja singular: Water is very important for all living things. (Air sangat penting bagi semua makhluk hidup.)

Phrasal Verb – Singkat dan mudah Dipahami

Phrasal Verb

Sejumlah kata kerja sealu  diikuti oleh preposisi yang sudah jadi pasangan tetap (tidak bisa diganti), contoh: The book consists of fifteen chapters. (Buku itu terdiri dari lima belas bab.) Kata deal + with dan consist + of adalah contoh phrasal verb.

Dalam bahasa inggris ada banyak sekali dan sebaiknya dihafal agar bisa berkomunikasi secara efektif. Berikut diantaranya: 

Adjust to: menyesuaikan

Ask for: meminta untuk

Aim at: bertujuan untuk

Apply for: melamar pada

Associate with: bergaul dengan

Begin with: memulai dengan

Beg for: memohon untuk

Belong to: memiliki

Believe in: percaya pada

Care for: memelihara, merawat

Care about: peduli dengan

Compete with: bersaing dengan

Comment on: berkomentar tentang

Collide with: bertabrakan dengan

Concentrate on: konsentrasi pada

Consist of: terdiri dari

Complain about: mengeluh tentang

Deal with: berurusan dengan

Crash into: tabrakan dengan

Die of: meninggal karena

Depend on: tergantung pada

Dream about: memimpikan

Agree with: setuju dengan

Fall in love with: jatuh cintan dengan

Disagree with:  tidak setuju dengan

Happen to: terjadi pada

Escape from: kabur dari

Hear from: mendengar dari

Hear about: mendengar tentang

Interfere with: campur tangan dalam hal

Hope for: berharap untuk

Listen to: mendengarkan

Laugh at: mentertawakan

Look at: melihat

Long for: menantikan, merindukan

Look for: mencari

Look after: merawat, memelihara

Mix up: mencampur

Look into: memeriksa

Pay for: membayar

Pass away: meninggal

Recover from: sembuh dari

Rebel against: memberontak terhadap

Make up: dandan

Refer to: merujuk pada

Rely on: mengandakan

Search for: mencari

Separate from: terpisah dari

Shelter from: berlindung dari

Smile at: senyum pada

Shout at: berteriak pada

Speak to: berbicara pada

Suffer from: menderita karena

Think of: memikirkan

Vote for: memilih untuk

Wait for: menunggu

Present Participle and Past Participle

Present Participle dan Past Participle definisi fungsi dan kapan menggunakannya

Present Participle

Present participle adalah kata kerja atau verb + ing yang berfungsi sebagai verb ataupun kata kerja.

Present participle digunakan pada tenses:

  1. Present continuous tense. Contoh: I am typing an essay.
  2. Past continuous tense. Contoh: I was typing an essay when he came.
  3. Present perfect continuous tense. Contoh: I have been living in this city for ten years.
  4. Future continuous tense. Contoh: I will be playing tennis at 10 a.m. tomorrow.

Present participle sebagai bagian dari kata kerja.

Contoh:

He is sitting on a bench.

(Dia sedang duduk di kursi panjang.)

Present participle sebagai adjective.

Contoh

The boy sitting on the bench is my nephew.

(Anak laki-laki yang duduk di kursi panjang adalah keponakanku.)

Past Participle

Yang dimaksud past participle adalah verb 3 seperti walked, eaten, written dan sebagainya.

Past Participle digunakan pada tenses:

  1. Present perfect tense. Contoh: I have done my project.
  2. Past perfect tense. Contoh: They had left when I came.
  3. Future perfect tense: They will have left for New York by June.

Past participle sebagai bagian dari kata kerja.

Contoh:

I have watched the movie.

(Aku sudah nonton filmnya.)

Past participle sebagai adjective.

Contoh:

The girl visited by Anna is my sister.

(Perempuan yang dikunjungi oleh Anna adalah saudaraku.)

Baca Juga: Phrasal Verb

Gerund (Verb+ing)

Gerund

Gerund (verb+ing)

Gerund adalah kata kerja atau verb + ing yang berfungsi sebagai kata benda baik itu sebagai subjek, objek ataupun pelengkap dalam kalimat.

  1. Sejumlah kata kerja di bawah ini selalu diikuti oleh gerund

admit

appreciate

avoid

contemplate

consider

delay

deny

detest

dislike

enjoy

face

fancy

finish

forgive

imagine

involve

keep

mention

escape

excuse

endure

Mind

miss

postpone

practice

resent

resist

risk

understand

recollect

stop

suggest

 

Contoh:

I can’t stop smoking. (Aku tidak bisa berhenti merokok.)

She practices speaking English every day. (Dia latihan berbicara bahasa inggris setiap hari.)

I can’t help waiting for long time. (aku tidak tahan menuunggu lama.)

 

  1. Gerund juga digunaka setelah verb + preposition seperti carry on, give up, go on, count on, depend on dan sebagainnya.

Contoh: I don’t give up trying. (aku tidak menyerah untuk mencoba.)

 

  1. Gerund diempatkan setelah Adjective+ preposition seperti interested in, reason for, adventage of, possibility of.

Contoh: There is no reason for going there. (Tidak ada alasan untuk pergi ke sana.)

                 I am interested in learning culture. (Saya tertaik belajar budaya.)

 

  1. Gerund digunakan dalam kata larangan yang didahului kata “No”

Contoh: No Smoking!

 

  1. Gerund bisa ditempatkan setelah kata the, this, that, possessive adjective (my, your, his, her, its, our, their).

Contoh: The opening ceremony will begin soon. (Acara pembukaan akan dimulai segera.)

Fungsi Gerund

Sebagaimana dijelaskan di awal bahwa meskipun gerund terdiri dari kata kerja yang di tambah akhiran -ing, tapi gerund tidak berperan sebagai kata kerja melaikan menjadi kata benda (Noun)

  1. Sebagai Subject. Contoh: Jogging is fun.
  2. Sebagai object: Contoh: I like jogging.
  3. Sebagai complement (objek pelengkap). Contoh: Nobody can stop him doing what he wants.

 

Catatan tabahan

Meskipun begitu ada juga kata kerja yang bisa diikuti oleh gerund ataupun to infinitive.

Attempt

like

love

hate

begin

start

intend

regret

dislike

continue

need

can’t bear

try

remember

 

Contoh: I like swimming.

Bisa juga:  I like to swim.

Bare infinitives dan to infinitives

Bare Infinitives dan To Infinitives definisi dan fungsi

Bare infinitives dan to infinitives

Dalam bahasa inggris dikenal bare infinitives dan to infinitives. Setiap kalimat bahasa inggris diharuskan sekurang-kurangnya ada satu kata kerja (verb). Tanpa kata kerja maka tidak bisa disebut kalimat. maka dari itu penting mempelajari jenis-jenis verb.  Mari kita bahasa secara lengkap.

Bare infinitives

Bare infinitives adalah kata kerja tanpa to sedangkan to infinitives menggunakan to setelah kata kerjanya. Contoh

Bare infinitives: I walk every day.

To infinitives: I want to walk to garden.

 

Kapan bare infinitives dan dan to infinitives digunakan

Bare infinitives

  1. Saat menggunakan kata bantu modal (auxiliary verbs) seperti can, could, shall, should, must,may dan might. Contoh: I can swim.
  2. Setelah kata let, make see, hear, feel, watch, notice, help karena diikuti pola objek + bare infinitives. Contoh: They let me join the game.
  3. Setelah kata would rather, rather than, had better. Contoh I would rather stay with her.

To infinitives

  1. To infinitives di gunakan setelah kata kerja

afford

agree

arrange

attempt

beg

fail

claim

dare

decide

demand

deserve

 

expect

mean

forget

hope

intend

learn

manage

need

offer

plan

seem

 

prepare

pretend

promise

refuse

regret

remember

swear

tend

ask

threaten

want

wish

 

Contoh: I agree to meet her.

 

  1. Setelah kata sifat (adjective). Contoh: I am happy to see you.
  2. Setelah kata the first, the second dan seterusnya. Contoh: I am the first to finish the task.
  3. Ketika mengungkapkan tujuan. I come here today to give you this thing.
  4. Setelah pola too + adjective + to. Contoh: She is too young to get married.
  5. Setelah pola ajective + enough + to + infinitive. Contoh: She is old enough to vote.
  6. Setelah kata kerja yang diikuti oleh objek + to infinitive. Seperti berikut:

Invite

force

remind

tell

allow

convince

beg

permit

expect

encourage

hate

warn

teach

prefer

compel

order

ask

want

Cause

urge

intend

Instruct

Tempt

need

persuade

require

command

mean

oblige

enable

advise

forbid

recommend

love

wish

Contoh kalimat: I ask him to come here.